Galé [n] Geo

Gawi Gale Geo

Home / DIY Geo / Mesin Tetas Telur Handmade BackyardGeo

Mesin Tetas Telur Handmade BackyardGeo

/
/
2764 Views

Belum lama merawat dan memelihara ayam-ayam di backyardGeo, semua lancar djaya dan aman terkendali tanpa suatu halangan berarti. Namun satu siang semua berubah. Ada berita baru, Serama bertelur. Tentu saja kaget karena belum genap seminggu unggas itu pindah tangan dan sekarang sudah bertelur. Senang, pasti. Tapi kesenangan itu berubah derita ketika didepan mata telur itu dipatuk dan dimakan induknya sendiri. BackyardGeo tegak untuk memelihara dan niatnya biar beragam Gallus didalamnya bisa beranak pinak. Tapi jika ayam-ayam tersebut bertelur untuk mereka makan lagi jelas, penangkaran ayam Galegeo tidak akan bertambah. Inilah picu awal untuk mencari inkubator dan akhirnya malah merakit mesin tetas telur handmade.

Cerita Mesin Tetas telur Handmade Galegeo

Memikirkan ayam memakan telurnya sendiri saat kita sedang mencoba membibit ayam itu rasanya gimana gitu, dan Galegeo masih belum berhenti mencari cara untuk mengakalinya. Alternatifnya jelas inkubator tetas tapi kendalanya adalah minim info nyang jual inkubator di lokalan daerah. Tak putus asa situs jualan online lokal dibabat untuk mencarinya, dan ketemu! sayang… harga nyang belum termasuk ongkir sukses membuat nge-drop hati. Rata-rata kisaran harga jual mesin inkubator penetas telur 350 ribu (kapasitas 50 butir), itu saja tidak masuk budget Galegeo, dan berhenti sejenak memikirkan mesin tetas.

Saban hari kerjaan cuma mencari informasi cara menetas telur tanpa induk dari perbincangan nongkrong hingga ke media online. Ada teman nyang menyarankan untuk nitip netas, maksudnya telur ayam dititipkan pada ayam nyang sedang mengeram, Ada cerita dengan menggunakan serbuk gergaji, gabah dan juga sekam sebagai bahan penahan panas/penyimpan panas. Namun dari dua cara alternatif tetas telur ini belum masuk hitungan.

Malah makin sakit rasa kepala saat memikirkan ayam di kandang masih doyan matuk telur kedua dan ketiga. Iseng, Galegeo coba browsing lagi dimana mencari penjual mesin tetas telur murah. Dan tetap sama, mahal untuk ukuran kantong Galegeo. Tapi… browsing kali ini menyisakan hasil pencarian penjual rangkaian mesin tetas telur nyang setengah harga mesin dan masuk budget meski sudah termasuk ongkir. Dan, beli.

Tiga hari dari tanggal order menunggu kiriman paket dari Semarang, pas nyampai langsung menyiapkan bahan untuk meracik rangkaian mesin tetas telur sederhana itu. Selain thermometer, thermostat, 2 steker lampu beserta kabel, alat dan bahan lain nyang dibutuhkan tak banyak, Styrofoam, kaca bening tipis, kawat, palu, paku, dan pisau. Proses pembuatannya sangat mudah. Hanya perlu merakit kawat untuk tempat telurnya, melubangi Styrofoam ditempat nyang anda suka untuk ditaruh kaca agar bisa melihat kondisi didalam inkubator, menyetel tempat untuk lampu dan thermostat (pemutus arus listrik jika panas atau sebaliknya). Dan jadilah mesin tetas telur handmade BackyardGeo.

Sekarang tak ada lagi ketakutan akan telur nyang dipatuk induk sendiri. Khawatir justru pindah kepada inkubator nyang selesai dibuat. Akankah nanti akan bisa menetaskan telur ayam nyang ditaruh didalamnya? Secara mesin tetas handmade ala Galegeo ini masuk kelas manual. Artinya telur tidak bisa mutar otomatis dan harus diputar. Setelan thermostat sudah diatur untuk mati hidup dikisaran 37-39 derajat Celcius hanya kelembapan nyang pake acara kira-kira.

Telur sudah ditaruh dalam mesin, tinggal menunggu hari saja. Semoga akan ada telur nyang menetas dari mesin tetas telur handmade ala Galegeo nyang akan menambah banyak populasi ayam di backyardGeo. Amin.

Vestibulum nec placerat orci. Mauris vehicula

Vestibulum nec placerat orci. Mauris vehicula,Vestibulum nec placerat orci. Mauris vehicula

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *