Galé [n] Geo

Gawi Gale Geo

Home / Ayam Geo / Galegeo Backyard: Racikan Ayam Masa Depan

Galegeo Backyard: Racikan Ayam Masa Depan

/
/
/
gallery
674 Views

Awal mula Galegeo Backyard ini datang kala gak ada angin gak juga ribut tiba-tiba hari itu disamperin temen lama dan bertanya, “lu mau pelihara ayam gak?”. Kaget, asli. Tapi lantas trus mikir karena ayam nyang bakal stay kerumah nanti bukan ayam nyang biasa dipelihara banyak orang. Akhirnya saya mengambil keputusan dan berkata, “gue mo pelihara ayam lu dengan satu syarat”. Dan teman tadi bertanya apa syaratnya. Saya pun bilang bahwa saya memelihara ayam dan bukan sibuk untuk memelihara, menjaga serta merawat jenis ayam A, ayam B atau ayam C.

Masih bingung, sang teman mempertanyakan apa bedanya merawat ayam dengan memelihara beragam jenis ayam tersebut. Saya pun menjelaskan jika memang benar ada ayam datang kerumah saya untuk dipelihara, maka ayam itu akan dipelihara seperti orang tua saya dahulu memelihara ayam. Caranya adalah dengan hanya melepaskan ayam-ayam itu dibelakang rumah dan memberikan mereka makanan, tanpa sibuk untuk memandikan, memberikan vitamin atau merawatnya secara ‘berlebihan’ karena jenis ayam tertentu.

Teman saya terdiam tanpa mengiyakan. Namun esok harinya didepan rumah sudah nongkrong sepasang ayam Serama dan saya pun tahu ayam itu dari siapa. Bahkan besoknya lagi istrinya datang dan berkata,”Kenli, ada titipan ayam nih dari Rio.” Walhasil nambah lagi sepasang Serama nyang masih ditaruh dalam keranjang buah sebagai kandangnya. Dan dari dua pasang unggas kate inilah akhirnya Galegeo menata sedikit halaman dibelakang rumah untuk dijadikan tempat peternakan ayam.

Nyaris seminggu membiarkan ayam-ayam kecil penurut yang lincah itu berkeliaran tanpa ada tempat berteduh maksimal, akhirnya saya memutuskan untuk bergerak. Colek mbah Google untuk mencari cara membuat kandang ayam sederhana. Dengan memanfaatkan sisa kayu packingan mesin foto copy yang banyak tersisa di rumah sebelah (karena ngepasnya sebelah rumah adalah kantor Astragraphia Pangkalpinang ternyata) kandang ayam pun mulai diracik.

Awal Galegeo Backyard

Berbekal alat tukang seadanya serta ketrampilan nyang dipaksakan (karena gak bisa nukang), akhirnya Rumah Serama si Ayam Taipau sederhana itupun jadi. Dan sejak saat itu ayam-ayam kate aduan tersebut memiliki tempat tinggal layak.

Rumah tinggal ayam nyang dikemas secara tikus dandan labu karena apa adanya itu, menyisakan cerita mengejutkan. Disaat sang teman datang berkunjung dan melihat penampakan bakyard ala Galegeo, beliaupun menanyakan apakah saya mau memelihara ayam jenis lain (nyang katanyanya termasuk ayam berkelas). Dan saya masih tetap dengan persyaratan bahwa jika ayam itu datang ke kandang Galegeo maka perlakuannya akan sama dengan ayam lain, tak ada perlakuan khusus. Tak ada acara memandikan, memberikan vitamin, atau apapun itu.

Peternak ayam lain tak akan setuju dengan cara pemeliharan ayam seperti ini, karena menurut mereka ayam jenis tertentu butuh perawatan. Dan kata mereka kalau cuma memelihara ayam, semua orang bisa. Tapi merawatnya, itu yang beda. So what,.. ini ayam gue lhoh! perkara bijimana gue merawatnya pan urusan gue, bukan urusan lu!

Dan datenglah sepasang ayam kelas itu. Cemani, sepasang. Jadinya Penangkaran ayam Galegeo di seputaran Menara ini pun bertambah dengan sepasang ayam hitam unik.

Begitulah cerita mengapa akhirnya Galegeo punya backyard. Meski bukan Farm dan hanya backyard tapi backyardgeo. Ternyata jadi panjang kisah ayam galegeo ini. Ini belum usai, belum kelar. Masih ada cerita panjang Backyard Galegeo, tempat racikan ayam masa depan.

Vestibulum nec placerat orci. Mauris vehicula

Vestibulum nec placerat orci. Mauris vehicula,Vestibulum nec placerat orci. Mauris vehicula

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *